SIKP ONLINE

Pengurusan SIKP saat ini mulai diberlakukan sistem online. Diharapkan, sistem baru ini dapat mempermudah pengurusan SIKP. Web online pengurusan SIKP beralamat di dpmptsp.bandung.go.id

Berikut langkah-langkah pengurusan SIKP melalui online:
A. Pembuatan SIKP baru:

  1. Scan surat permohonan praktik di fasilitas kesehatan
  2. Scan e-ktp atau Surat keterangan tinggal sementara (SKTS) di kota bandung
  3. Scan NPWP pemohon
  4. Pas Photo (Format:JPG/PNG) latar merah
  5. Surat keterangan sehat
  6. Scan photo copy STR Legalisir
  7. Scan surat rekomendasi dari organisasi profesi PPNI cabang kota bandung. Caranya, pemohon mengirim data nama lengkap dan NIRA serta bukti pembayaran Rp 30.000,00 ke bank Mandiri no rekening 1320022472287 an Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Bandung ke Kang Arman (khusus anggota DPK PPNI RSHS)
  8. Scan surat izin Praktik (SIPP) bagi yang telah memiliki
  9. Scan surat keterangan dari pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan
  10. Scan surat pernyataan tidak keberatan/izin dari pimpinan tempat bekerja
  11. Scan photo copy izin operasinal fasilitas kesehatan tempat berpraktik
  12. Scan bukti penyerahan STR Legalisir asli dan rekomendasi organisasi profesi dari Dinas Kesehatan Kota Bandung
  13. semua berkas setelah dimasukkan ke CD, lalu CD diserahkan ke dpmptsp, lalu 1 minggu CD diambil, lalu pengisian online

B. Perpanjang SIKP

  1. Scan surat izin praktik perawat yang masih berlaku
  2. Scan e-ktp atau surat keterangan tinggal sementara (SKTS) di kota bandung
  3. Scan NPWP Pemohon
  4. Scan photo copy izin operasional fasilitas kesehatan tempat berpraktik
  5. Pas photo (Format:JPG/PNG) latar merah

Di usahakan yang sudah punya SIKP, pengajuan perpanjang STR 6 bulan sebelum masa berlaku habis. Biar prosesnya sebelum SIKP habis masa berlaku habis, STR baru sudah ada dan pengajuan SIKP nya masuk ke pengajuan perpanjangan. Bila masa berlaku SIKP habis, maka harus bikin baru.

Apakah itu SIPP?
SIPP adalah Surat Ijin Praktek Perawat yang harus dimiliki oleh setiap perawat, selain STR. Adapun SIPP
di tahun-tahun lalu diurus secara offline ke Dinas Kesehatan Kota Bandung. Mulai tahun ini, SIPP harus
dilakukan melalui online.
Bagaimana cara melakukan SIPP online?
Alur Pengajuan Surat Ijin Praktek /Surat Ijin Kerja berbasis online Dinas Kesehatan Kota Bandung:

  1. Buka Portal: dpmptsp.bandung.go.id
  2. Pilih Menu Layanan
  3. Klik Layanan Informasi Publik
  4. Klik Formulir Informasi dan Layanan Publik
  5. Unduh Formulir Perizinan Kerja Perawat. Setelah mendapat formulir, isi semua formulir dan
    scan bersama persyaratan seperti :  Photo Latar Merah ukuran 3×4
     KTP (jika KTP dari luar Kota Bandung, minta surat keterangan tidak bekerja di dinas setempat
    atau Pake SKTS yang bisa diperoleh di disdukcapil)  Fotocopy STR yang di legalisir asli di MTKP Provinsi Jawa Barat (bukan yg dari KTKI, karena itu
    legalisir dalam format scanning)  Surat keterangan sehat  Surat Pernyataan Memiliki Tempat Praktik  Surat Rekomendasi dari organisasi Profesi  Fotocopy Izin Operasional Tempat Kerja yang masih berlaku
     Fotocopy SIPP bila sudah memiliki (SIPP yang lama tidak diperpanjang, tetapi untuk pengajuan
    baru)
  6. Scan semua berkas beserta formulir yang telah di download dari portal dengan format PDF,
    kecuali pas photo formatnya JPG di masukan ke CD.
  7. Setelah soft file sudah di masukkan CD, diserahkan ke DPMPTSP Jl. Cianjur No.34 beserta
    hardcopy :  Formulir Permohonan Pengesahan Dokumen SIPP
     Fotocopy STR yang masih berlaku dan di legalisir asli  Surat rekomendasi dari organisasi Profesi  Fotocopy SIPP bila sudah memiliki  Fotocopy Izin Operasional Tempat Kerja yang masih berlaku
  8. Proses Pembuatan Surat Pengesahan Dokumen selama 7 hari kerja. Setelah 7 hari dapat diambil
    ke dpmptsp.
  9. Setelah mendapatkan Surat Pengesahan Dokumen lalu online di web dpmptsp.bandung.go.id
    atau bisa download GAMPIL di Playstore.
    Apakah langkah-langkah di atas terlihat lebih mudah? Jika masih ada pertanyaan seputar kepengurusan
    surat-surat bisa langsung bertanya ke Kang Arman di sekretariat DPK PPNI RSHS.


Top